Home » , » PASANG SURUT SENI DAN BUDAYA ( PAGURON “ CIUNG WANARA “ )

PASANG SURUT SENI DAN BUDAYA ( PAGURON “ CIUNG WANARA “ )

Ditulis Oleh Unknown Tanggal 1 Agustus 2014 | 20.35


Seni dan budaya yang ada di Desa Mandalamekar memang cukup beragam dari mulai Angklung, Calung, Jaipong, Wayang Golek dan Kesenianserta yang sekarang lagi rame menjadi pembicaraan adalah Paguron Pencak Silat, dalam hal ini Desa Mandalamekar yang kaya dengan beragam kesenian dan Budaya sering kali dan selalu siap Tampil ke Depan.

Kesenian di Desa Mandalamekar Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung memang sangat perlu diperhitungkan keberadaannya, akan tetapi dengan segala keterbatasan maka Kesenianpun tidak mampu berjalan secara maksimal atau apa yang diharapkan masih belum terlaksana, Info Desaku mencoba mewawancarai salah satu Tokoh Masyarakat yang sekaligus sebagai Wakil Ketua DPC P3S Gagak Lumayung serta Sebagai Guru Besar Paguron Ciung Wanara.

Menurut Bapak Dase A Suhandi ( Guru Besar Ciung Wanara ) ditemui di Rumahnya bahwa maju mundurnya Seni dan Budaya Khususnya di Desa Mandalamekar tergantung pada adanya fasilitas penunjang dalam hal seni tersebut.

“ Memang kalo dikatakan berat ya berat juga menjadi Guru atau disebut juga Sesepuh Paguron, disisi lain harus membesarkan Paguron tersebut dengan segala cara agar supaya Paguron Ciung Wanara menjadi Paguron yang benar benar berdiri kokoh dan menjadi Paguron yang bias menjadi Contoh bagi Paguron lain. “ Tegas Bapak Dase A Suhandi


Sedikit melihat sejarah kebelakang berdirinya Paguron Paguron yang ada di Desa Mandalamekar tidak lepas dari peran serta Pupuhu Pupuhu atau Sesepuh-Sesepuh yang ada di Desa Mandalamekar, pada sekitar Tahun 1950 adalah Cikal bakal berkembangnya Perguruan Pencak Silat yang ada di Desa Mandalamekar pada Tahun tersebut Perguruan Pencak Silat Di Pimpin oleh Bapak Carim (Alm) dan diteruskan oleh Bapak War’i sekitar Tahun 1962 setelah wafat nya pada War’i banyak juga penerus selanjutnya antara lain Bapak Kanda Wijarsi ( Abah Kanda ) (Alm) yang dimulai sekitar tahun 1970 dengan nama Paguron Pusaka Mekar Sajati,  Bapak Tisna (Alm), Bapak Aman serta Bah Datam (Alm) yang langsung memberi Nama Paguron dengan nama Gagak Lumayung setelah Guru-guru besar tersebut tiada maka Tambuk Pimpinan DPC P3S Gagak Lumayung tersebut Di Pimpin oleh Bapak Herman dan yang menjadi Wakil Ketua DPC Gagak Lumayung tersebut adalah Bapak Dase A Suhandi dengan Nama lain Paguron adalah Pusaka Mekar Sajati.

Sedikit banyaknya Paguran yang ada di Wilayah Desa Mandalamekar telah memberikan Konstribusi pada Kecamatan Cimenyan, pada dasarnya Paguron yang ada di Wilayah Desa Mandalamekar banyak turut serta pada epen epen tinkat Kabupaten bahkan tingkat Provinsi serkalipun.

Akan tetapi di tegaskan oleh Guru Besar Paguron Ciung Wanara bahwa untuk saat ini Paguron yang ada di Desa Mandalamekar mengalami kendala yang sangat serius yaitu belum adanya tempat untuk berlatih Kesenian yang memadai seperti Gedung serbaguna untuk penunjang Seni Budaya yang ada di Wilayah Desa Mandalamekar.

“ Untuk saat ini Saya sebagai Sesepuh Ciung Wanara merasa prihatin sebab terbatasnya tempat untuk berlatih sedangkan antusias anak anak cukup besar pada Pencak Silat ini, oleh sebab itu mungkin latihan latihan yang biasanya dilakukan tiap malam sekarang sudah hamper tiga bulan tidak kami lakukan dikarnakan cuaca yang tidak mendukung, banyaknya hujan tiap malam membuat kami tidak bias berlatih, dan kami sangat mengharapkan bantuan dari Pemerintah setempat maupun dari Pemerintah Daerah untuk bias memberikan sumbangsih pada kami agar mengupayakan Pembangunan Gedung Serbaguna demi lancarnya Seni dan Budaya yang ada di Desa Mandalamekar “ Kata Bapak Dese A Suhandi.

Setelah diKompirmasi ke pada Kepala Desa Mandalamekar tentang Kendala tersebut, Kepala Desa Mandalamekar Bapak Ijang Suryana yang ditemui di kediamannya Jalan Panyandaan RT 04 RW 04 membenarkan adanya kendala untuk Kemajuan seni budaya yang ada di Desa Mandalamekar Kecamatan Cimenyan.


“ Memang dulu saya pernah mengajukan Sarana dan Prasarana tersebut lewat Aspirasi ke Tingkat Provinsi akan tetapi sampai saat ini masih belum ada Realisasinya, yang Bapak Dase rasakan sama juga seperti yang saya rasakan bahwa untuk mencapai tingkat kemajuan yang lebih tinggi atau katakanlah bias berjalan itu tidak terlepas pad yang Namanya Gedung Kesenian, akan tetapi sekali lagi saya tegaskan saya akan terus berupaya untuk selalu mencari jalan keluar dari kendala tersebut Demi kemajuan Seni dan Budaya Khususnya yang ada di Desa Mandalamekar Kec. Cimenyan Kab. Bandung “ Kata Bapak Ijang Suryana selaku Kepala Desa Mandalamekar Periode 2013-2019

Untuk saat ini Paguron Ciung Wanara yang di Pimpin Bapak Dase A Suhandi mengadakan Latihan Keliling dari satu Aula Desa ke Aula Desa yang lain, diharapkan kedepannya apa yang menjadi kendala Maju dan Mundurnya Seni Budaya yang ada di Desa Mandalamekar dapat dengan cepat terlealisasi dan diharapkan pula Kepada Pemerintahan Daerah maupun Provinsi dapat memberikan sumbangsihnya atau Konstribusi demi terwujudnya Gedung Kesenian di Desa Mandalamekar pada Khususnya dan Desa yang lain pada umumnya sebab dengan adanya seni dan budaya yang maju dapat pula suatu daerah atau Desa dikatakan maju “ Tambah Bapak Dase A suhandi.

Desa Mandalamekar Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung merupakan Desa yang selalu berusaha untuk lebih maju dari Desa Desa yang lain terbukti dengan makin pesatnya kemajuan di bidang Teknologi dengan mendirikan blog Desa Mandalamekar yang dapat di akses oleh semua kalangan.
Bagikan Melalui : :

Posting Komentar

Komentar, Kritik dan Saran Anda Akan Memotivasi Kemajuan Desa Mandalamekar

 
© 2010. Desa Mandalamekar - Hak Cipta di Lindungi Undang - Undang